Sabtu, 19 April 2008

RUANG PUBLIK

Gerakan penguatan masyarakat sipil untuk memperoleh hak-hak dasarnya atas Pelayanan Publik yang layak, murah dan berkualitas adalah tanggung bersama, sehingga harus dibangun hubungan sinergitas antara seluruh elemen publik. Sampaikan Saran, komentar atau kritik anda yang bersifat konstruktif pada ruang ini. LANSKAP akan menjadikan masukan anda sebagai modal pergerakan dan bahan masukan bagi instansi yang berkompeten.


SURAT DARI ANDA

BAMBANG PUJIANTO:
saya warga duta bintaro, tangerang. saya senang baca2
informasi tentang kebijakan. suatu ketika saya menemukan lanskap, organisasi yang Bapak pimpin. dari situ timbul untuk minta pencerahan tentang informasi layanan publik.

Apakah Bapak berkenan ada waktu untuk memberikan informasi seputar layanan kebijakan publik di kota tangerang yang berkait dengan dunia pendidikan ?

terima kasih, dan semoga aktivitas Lanskap makin maju

b-pujiyono@telkom.net









ShoutMix chat widget




Profil | Biodata | Manajemen | Jaringan




Rabu, 20 Februari 2008

FORMAT


Nama Organisasi : Forum Komunikasi Masyarakat Dadap
Singkatan : FORMAT
Ketua : H.M. Yunus
Sekretaris : Suja’i
Alamat Sekretariat : Jl. Pantai Dadap, Kp. Gili Baru Rt. 003/01. Kel. Dadap Kec. Kosambi - Tangerang
Telepon : -
Fax : -
Handphone : 021 – 9970 2705
e-mail : -
website : -
Jenis Organisasi : Organisasi Masyarakat
Bidang Kegiatan : Pemberdayaan, Pendampingan, Pendidikan
Tahun Berdiri : 2004
Jumlah Pengurus : 43 Orang
Anggaran Tahunan : Rp. 17.500.000,-


Keterangan Singkat Organisasi :


Dibentuk pada tanggal 14 Desember 2004 oleh beberapa tokoh masyarakat Dadap yang terpanggil untuk menyikapi terjadinya kerusakan lingkungan berupa sedimentasi dan pendangkalan muara sungai akibat kegiatan Reklamasi pantai Dadap. Forum ini kemudian menghimpun kekuatan warga yang selanjutnya melakukan aksi penolakan terhadap kegiatan reklamasi yang direncanakan untuk pembangunan kawasan pariwisata.


Dalam menjalankan aksinya, FORMAT meminta pendampingan dari NGO Nasional seperti WALHI, LBH, ICEL, Dll. Melalui perjuangan panjang, akhirnya kegiatan reklamasi Dadap dihentikan oleh Pemerintah Pusat melalui rekomendasi RDP Komisi VII DPR-RI dengan Bupati Tangerang tanggal 21 Februari 2005 dan Surat Rekomendasi Menteri Lingkungan Hidup No: B-3307/MENLH/07/2005 tanggal 8 Juli 2005.


Beberapa kegiatan yang telah dilakukan antara lain:


  1. Penolakan terhadap kegiatan Reklamasi Pantai Dadap untuk pembangunan kawasan pariwisata karena kegiatan tersebut telah menimbulkan sedimentasi dan pendangkalan muara Dadap yang berdampak pada sulitnya kegiatan nelayan serta banjir akibat air pasang yang melanda pemukiman warga.

  2. Melakukan sejumlah Aksi Massa diantaranya: di Gedung MPR/DPR RI tanggal 21 Februari 2005, Kantor KLH dan Bunderan HI tanggal 11 April 2005, Depan Istana Merdeka tanggal 07 Juni 2005.

  3. Bekerjasama dengan WALHI Jakarta menyelenggarakan “Pelatihan Paralegal” tanggal 17 s/d 19 Juni 2005.

  4. Penolakan terhadap Keputusan Bupati Tangerang yang merubah status Desa Dadap menjadi Kelurahan. Dalam salah satu aksi yang dilakukan di gedung DPRD Kab. Tangerang tanggal 29 Agustus 2005, 3 Orang anggota FORMAT ditahan Polres Tangerang dengan tuduhan melakukan Pengrusakan gedung DPRD dan Kantor Bupati serta pengeroyokan terhadap Kasat Reskrim.

  5. Menjadi mediator saat terjadi keributan dan pertikaian antara kelompok ‘nelayan garok’ dengan kelompok ‘nelayan pukat’ yang berebut wilayah tangkapan.

  6. Menyalurkan bantuan dari Gubernur Banten kepada warga korban banjir akibat air pasang di RW. 01, 02 dan 03 Desa Dadap tanggal 16 Desember 2005.

  7. Menjadi fasilitator bagi sejumlah warga miskin yang mendapat musibah dan menderita sakit untuk mendapatkan fasilitas perawatan Rumah Sakit secara gratis.



JANGKAR PILKADA



Nama Organisasi : Jaringan Karang Taruna Pemantau Pilkada
Singkatan : JANGKAR PILKADA
Koordinator : Gatot Yan. S
Deputi Program : Hamdan Bhaskara
Alamat Sekretariat : Jl. Raya Serang KM. 15,5 Desa Talagasari, Kec. Cikupa - Tangerang.
Telepon : -
Fax : -
Handphone : 021 – 7144 5666, 9424 5066
e-mail : jangkarpilkada@yahoo.co.id
website : www.jangkarpilkada.blogspot.com
Jenis Organisasi : Lembaga Independen
Bidang Kegiatan : Pemantau Pilkada, Penyadaran Demokrasi, Quick Count.
Tahun Berdiri : 2007
Jumlah Pengurus : 23 Orang
Anggaran Kegiatan : Rp. 50.000.000,-


Keterangan Singkat Organisasi :


Berangkat dari keinginan untuk menjadi peneguh demokrasi pada momentum Pilkada Kab. Tangerang 2008, beberapa aktivis yang dimotori oleh pengurus Karang Taruna membentuk JANGKAR PILKADA. Setelah lolos verifikasi dan mendapat akreditasi KPUD bernomor 280/KEP-024/2007 pada tanggal 2 Oktober 2007, lembaga ini mulai gencar menjalankan aksinya dalam menyikapi segala penyimpangan yang terjadi, baik yang dilakukan oleh pasangan kandidat, parpol pengusung, penyelenggara pilkada, maupun instansi terkait seperti birokrasi dan aparat hukum.


Dalam menjalankan kegiatannya, lembaga ini juga membangun kerjasama dengan organisasi-organisasi yang memiliki kesamaan visi seperti: BEM-FAI dan SEMA-FISIP UNIS Tangerang, HIMATA, SGT, FAKTA, KOMPAS, Dll.


Beberapa kegiatan yang telah dilakukan antara lain:


  1. Membongkar temuan tentang Rumah Dinas PU Pengairan di Kec. Mauk yang dijadikan Posko Tim Sukses salah satu calon.

  2. Melancarkan seruan Anti Politisasi Birokrasi melalui pemasangan 100 spanduk bertuliskan “Birokrat, Camat, Lurah tidak netral, Apa kata dunia ?!”

  3. Bekerjasama dengan KPUD Kab. Tangerang menggelar Dialog Pilkada bertema “Bersama wujudkan Pilkada bersih, damai & demokratis” dengan menghadirkan para ketua timses.

  4. Menyelenggarakan sosialisasi Pilkada Jurdil kepada para mahasiswa di kampus UNIS Tangerang.

  5. Membuat Kesepakatan Kerjasama (MoU) dengan BEM-FAI dan SEMA-FISIP UNIS Tangerang untuk melakukan pemantauan saat pencoblosan dan penghitungan cepat (Quick Count).

  6. Melakukan Hitungan Cepat (Quick Count) dengan hasil yang memiliki tingkat akurasi lebih dari 99%.

  7. Menerima kunjungan peneliti dari Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Kyoto University, Jepang.

KARANG TARUNA Kab. Tangerang



Nama Organisasi : Karang Taruna Kabupaten Tangerang
Singkatan : KARANG TARUNA
Ketua : H. Dedi Kurniadi
Sekretaris : Madronie
Alamat Sekretariat : Graha Pratama, Jl. Vinca IV No.76 Citra Raya, Tangerang.
Telepon : (021) 5961401
Fax : (021) 5961439
Handphone : 0818 0604 5444, 021- 9386 3972
e-mail : -
website : -
Jenis Organisasi : Organisasi Pemerintah
Bidang Kegiatan : Sosial, Kepemudaan
Tahun Berdiri : 1975
Jumlah Pengurus : 41 Orang
Anggaran Kegiatan : Rp. 175.000.000,-


Keterangan Singkat Organisasi :


Kepengurusan Karang Taruna Kab. Tangerang Periode 2007-2011 dibentuk berdasarkan hasil Temu Karya Daerah (TKD) pada bulan September 2006. keberadaannya kemudian dikukuhkan melalui SK Bupati Tangerang No: 062/Kep.234-Huk/2007.


Sebagai mitra Pemerintah, kegiatan Karang Taruna dititikberatkan pada sektor penanganan masalah-masalah sosial, khususnya yang terjadi pada generasi muda


Beberapa kegiatan yang telah dilakukan antara lain:


  1. Bhakti Sosial Pembagian 250 Paket Sembako Gratis kepada Kaum Dhuafa di Kec. Solear pada tanggal 08 Juli 2007.

  2. Bantuan & Posko Kemanusiaan saat terjadi musibah KLB Muntaber di Kec. Sepatan & Pakuhaji tanggal 14 s/d 21 Juli 2007.

  3. Bhakti Sosial dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional berupa pemberian nutrisi gratis (Susu, Bubur Kacang Hijau, serta alat-alat tulis & alat olahraga) kepada siswa kurang mampu di Kec. Pagedangan pada tanggal 27 Juli 2007.

  4. Menyelenggarakan DISKUSI PUBLIK bertema “Reformasi Birokrasi” dengan Narasumber Utama: DR. Inu Kencana Syafe’i pada tanggal 01 Agustus 2007.

  5. Menyelenggarakan Gerak Jalan, Lomba Futsal & Panggung Hiburan di Kec. Cikupa dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan RI Ke-62 pada tanggal 16 s/d 19 Agustus 2007.

  6. Bhakti Sosial pemberian bantuan mesin pompa air dan tangki air bersih kepada warga korban banjir di Kel. Dadap Kec Kosambi pada tanggal 07 Desember 2007.

  7. Pembinaan sektor pertanian berupa pemberian sumbangan mesin pompa air untuk irigasi kepada Kelompok Tani “Mekar Daon” di Kec. Rajeg pada tanggal 16 Desember 2007.



BEM-FAI UNIS Tangerang


Nama Organisasi : Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Syekh Yusuf Tangerang
Singkatan : BEM-FAI UNIS Tangerang
Presiden : Siswanto
Sekretaris : Enjun Junaedi
Alamat Sekretariat : Gedung FAI UNIS Lantai II, Jl. Maulana Yusuf – Kota Tangerang
Telepon : (021) 5961401
Fax : -
Handphone : 0815 1312 7984
e-mail :
website :
Jenis Organisasi : Organisasi Kampus
Bidang Kegiatan : Kemahasiswaan, Keagamaan, Pendidikan
Tahun Berdiri : 2006
Jumlah Pengurus : 25 Orang
Anggaran Tahunan : Rp. 80.000.000,-


Keterangan Singkat Organisasi :


Hasil Pilpres mahasiswa FAI yang digelar pada September 2006 mendudukkan pasangan Siswanto – Dedi Nuryadi sebagai Presiden dan Wapres BEM-FAI. Kegiatan organisasi dititikberatkan pada aspek pemberdayaan mahasiswa dan pengabdian kepada masyarakat.


Disamping aktif menyelenggarakan kegiatan internal kampus, BEM-FAI UNIS Tangerang juga kerap melaksanakan kegiatan eksternal, baik yang dilaksanakan sendiri maupun menjadi mitra lembaga lain.


Beberapa kegiatan yang telah dilakukan antara lain:


  1. Menyelenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasisiwa (LDKM) di Ciloto Bogor.

  2. Menyelenggarakan Pendidikan Hidup Sehat Bagi Anak (PHSBA) I di Kel. Keroncong, Jati Uwung – Kota Tangerang.

  3. Terlibat dalam penyelenggaraan Kemah Bhakti Pemuda se- Kabupaten Tangerang di Kec. Legok tanggal 26-29 Oktober 2007 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.

  4. Menjadi fasilitator Kampanye Pelayanan Publik di Kec. Cikupa, Sindangjaya, Cipete dan Pakuhaji selama bulan November – Desember 2007 yang diselenggarakan oleh Yappika Life.

  5. Menjadi Organizing Committe pada acara Dialog Pilkada tanggal 22 November 2007 yang diselenggarakan oleh JANGKAR PILKADA & KPUD Kab. Tangerang.

  6. Bekerjasama dengan KPUD Kab. Tangerang & JANGKAR PILKADA menjadi Pemantau saat pemungutan suara Pilkada Kabupaten Tangerang tanggal 20 Januari 2008.

  7. Bekerjasama dengan JANGKAR PILKADA membuka Media Center dan menyelenggarakan Quick Count saat Pilkada Kab. Tangerang.

  8. Mendapat dukungan dana dari Ditjen Dikti untuk menyelenggarakan Pendidikan Hidup Sehat Bagi Anak (PHSBA) II bagi anak-anak jalanan di Kel. Tanahtinggi, Tangerang.


Jumat, 15 Februari 2008

PROFIL LANSKAP


LATAR BELAKANG

Lembaga Kajian dan Advokasi Kebijakan Publik (LANSKAP) adalah organisasi non profit yang bersifat independen dan non partisan. Didirikan pada tanggal 4 Juni 2004 oleh para aktivis dari berbagai NGO Tangerang yang berbasis komunitas intelektual di akar rumput. Pendirian Lembaga ini berangkat dari beberapa FGD yang melihat masih ruwetnya Birokrasi di tingkat lokal sehingga berdampak pada buruknya pelayanan terhadap rakyat. Rendahnya Pelayanan Publik ini terkait pada kultur Birokrasi yang masih berorientasi pada atasan bukan pada kinerja. Dari ketidakmampuan masyarakat itulah LANSKAP memposisikan diri sebagai motor gerakan advokasi melalui kajian akademik dan Penguatan partisipasi masyarakat terhadap Kebijakan Publik.


Kendati masih baru berusia seumur jagung, LANSKAP terus meneguhkan komitmen dan eksistensi gerakan kritisnya terhadap Kebijakan Publik. Hal ini dibuktikan diantaranya dengan menyelenggarakan program Kampanye Pelayanan Publik yang bekerjasama dengan BEM-FAI UNIS Tangerang, Yappika Mobile Library & Cafe (YAPPIKA LIFE), dan Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (MP3). Dalam bidang politik, menyadari akan minimnya pendidikan politik masyarakat, khususnya menjelang Pilkada Tangerang, maka LANSKAP berpartisipasi memposisikan diri sebagai Lembaga Pemantau yang tergabung dalam Jaringan Karang Taruna Pemantau Pilkada (JANGKAR PILKADA).


NILAI IDENTITAS DAN MANDAT JARINGAN

Lembaga Kajian dan Advokasi Kebijakan Publik (LANSKAP) dalam gerakan idealisme ideologisnya memiliki mandat sebagai gerakan advokasi Pelayanan Publik, wahana Pencerahan dan penyadaran, serta sarana pemberdayaan masyarakat dalam proses perumusan kebijakan publik dengan menempatkan platform organisasi yang independen, non profit dan non partisan melalui nilai-nilai demokrasi dalam membangun capacity building. Dengan demikian LANSKAP menyatakan komitmennya untuk mengawal proses perumusan kebijakan publik agar lebih berpihak pada kepentingan rakyat.


VISI & MISI

Visi

”Mendorong terpenuhinya Hak-hak dasar rakyat atas Pelayanan Publik yang layak dan memadai”.


Misi

  1. Membangun pemikiran kritis, konstruktif dan konseptual terhadap berbagai kebijakan publik.

  2. Melakukan gerakan penguatan partisipasi masyarakat dengan membuka ruang publik dan mengembangankan simpul-simpul jaringan dalam memperkuat gerakan advokasi kebijakan publik.

  3. Membina pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai masalah-masalah pembangunan sosial, ekonomi dan politik yang dihadapi bangsa dan dampaknya pada kualitas pelayanan publik.

  4. Mengembangkan sumberdaya manusia dan masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda agar mampu menjawab tantangan sosial dan ekonomi di masa mendatang.


PROGRAM AKSI

Dalam mencapai Misi tersebut LANSKAP men-design empat aktivitas sebagai berikut :

1. Riset; Mengembangkan penelitian terhadap konsep, mekanisme dan kualitas Pelayanan Publik untuk mengidentifikasi dan menganalisa keberpihakan kebijakan publik dan implikasi yang di timbulkannya. Hasil-hasil penelitian tersebut di formulasikan untuk kepentingan aksi dan legal drafting bagi pengambil kebijakan.

2. Advokasi; Melakukan gerakan advokasi kebijakan melalui Dialog, Pengorganisasian, Sosialisasi Pelayanan Publik, Legal Drafting, dan aksi moral guna mempengaruhi kebijakan publik.

3. Empowerment; Membangun gerakan civil society dan penguatan partisipasi masyarakat melalui simpul-simpul jaringan di akar rumput dengan melakukan pelatihan advokasi kebijakan sehingga rakyat dapat mengadvokasi dirinya dan masyarakat.

4. Publikasi; Mempertajam gerakan penguatan media melalui publikasi terhadap hasil riset dan ide-ide konseptual dengan menerbitkan buku dan buletin serta ekspos kebijakan.


STRATEGI

LANSKAP dalam melakukan Program aksinya mengambil pola strategi sebagai berikut:

  1. Partisipatoris; Mengembangkan simpul-simpul jaringan untuk memperkuat gerakan advokasi kebijakan dengan melibat berbagai komunitas masyarakat.

  2. Pro Publik; Mengedepankan keberpihakan terhadap kepentingan publik dalam ranah konsep tandingan (Legal Drafting), guna menghasilkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

  3. Edukatif; Melakukan pelatihan advokasi kebijakan yang berbasis akar rumput guna mentransformasikan pengalaman dan kemampuan pengorganisasian dan sosialisasi regulasi yang terkait Kebijakan Publik.


PERSONIL

Guna mendukung Program aksinya LANSKAP menyusun Personalisasi Manajamen berdasarkan kapasitas dan kompetensi masing-masing.

Direktur Eksekutif : Gatot Yan. S

Deputi Direktur : Yudi Nur Supriyadi

Program Officer : Hamdan Baschara

Divisi Riset & Edukasi : Siswanto

Divisi Pemberdayaan Masyarakat : Liharti

Divisi Hukum & Advokasi : Alfath Abdul Fatah

Divisi Organisasi & Kelembagaan : Andi Nurhakim

Divisi Administrasi dan Keuangan : Siti Khoirul Wilda


Selasa, 05 Februari 2008

Biodata LANSKAP


NAMA ORGANISASI

Dalam Bahasa Indonesia : Lembaga Kajian dan Advokasi Kebijakan Publik
Dalam Bahasa Inggris :
Institute of the Public Policy Defense and Studies
Singkatan : LANSKAP
Nama Contact Person : G
atot Yan. S
Jabatan : Direktur Eksekutif


ALAMAT LENGKAP ORGANISASI

Alamat : Jl. Anggaran No.50 Rt.004/03 Kel. Karang Tengah
Kec. Karang Tengah- Kota Tangerang 15157
Telepon : 021-32663975, 91797919, 94245066
HP : 021-71445666
E-mail :
lanskapmail@yahoo.co.id
Website :
www.info-lanskap.blogspot.com


PROFIL ORGANISASI

Jenis Organisasi : NGO/LSM, Lembaga Penelitian
Tahun berdiri : 2004
Jumlah staf : 8 Orang
Jumlah sukarelawan : 36 Orang
Sumber dana : Donatur
Anggaran Tahunan : Rp. 196.000.000,-


KEGIATAN-KEGIATAN

  • Promosi hak asasi manusia

  • Advokasi/lobi

  • Demokratisasi

  • Penelitian/analisa konflik

  • Fasilitasi dialog

  • Pendampingan korban trauma

  • Jurnalisme perdamaian/strategi-strategi media

  • Penguatan masyarakat sipil


DAERAH GEOGRAFIS

Daerah-daerah geogragis utama tempat organisasi menjalankan aktivitas:

  • Banten

  • DKI Jakarta

  • Jawa Barat

  • Lampung


JARINGAN KERJA

Organisasi-organisasi Indonesia (non-pemerintah atau pemerintah) yang pernah menjadi mitra kerja:

  • Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (MP3)

  • Yappika Life

  • BEM-FAI UNIS Tangerang

  • Karang Taruna Kab. Tangerang

  • Jangkar Pilkada


PELAYANAN-PELAYANAN

  • Training/capacity building

  • Pertukaran informasi (publikasi, internet, dsb.)

  • Penelitian

  • Jaringan kerja

  • Kolaborasi proyek


PERSONIL

Guna mendukung Program aksinya LANSKAP menyusun Personalisasi Manajamen berdasarkan kapasitas dan kompetensi masing-masing.

Direktur Eksekutif : Gatot Yan. S

Deputi Direktur : Yudi Nur Supriyadi

Program Officer : Hamdan Baschara

Divisi Riset & Edukasi : Siswanto

Divisi Pemberdayaan Masyarakat : Liharti

Divisi Hukum & Advokasi : Alfath Abdul Fatah

Divisi Organisasi & Kelembagaan : Andi Nurhakim

Divisi Administrasi dan Keuangan : Siti Khoirul Wilda


Profil | Manajemen | Jaringan |Forum


Manajemen LANSKAP


Pria Kelahiran Tangerang, 30 Oktober 1970 ini sudah tidak asing lagi dikalangan aktivis Tangerang. Menggeluti organisasi sejak duduk dibangku SMA dengan menjadi Pengurus KNPI Kec. Teluknaga tahun 1987.


Kiprahnya dalam dunia pergerakan diawali saat tahun 2004
dia bersama beberapa rekannya mendirikan FORMAT (Forum Komunikasi Masyarakat Dadap). Tidak tanggung-tanggung, LSM yang dibentuknya ini langsung menyoroti kasus kontroversi “Reklamasi Pantai Dadap Tangerang”.


Sebagai ‘orang baru’ dikalangan aktivis, sikapnya yang menolak keras kegiatan reklamasi menuai tekanan dan ancaman dari banyak kalangan yang pro-reklamasi, termasuk kalangan eksekutif dan legislatif Tangerang yang mendukung kegiatan tersebut. Namun itu tak menyurutkan langkah Ayah dari Andre Wirya Tirtana, Ega Putri Rahayu dan Satria Yudhistira ini.


Setelah hampir 2 Tahun memotori gerakan penolakan dengan berbagai protes dan aksi turun ke jalan akhirnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Komisi VII DPR-RI mengeluarkan rekomendasi kepada Pemkab Tangerang untuk menghentikan kegiatan reklamasi. Keberaniannya melawan arus dan berhasil menghentikan reklamasi Dadap serta sikapnya yang selalu rendah hati dan supel dalam bergaul membuatnya cepat dikenal oleh kalangan penggiat Kabupaten Tangerang, termasuk kalangan wartawan.


Dari pergaulannya dengan banyak aktivis senior inilah dia sadar bahwa ternyata masih banyak persoalan penyampingan hak-hak rakyat yang perlu disikapi. Sadar bahwa perannya juga dibutuhkan dalam hal lain serta keinginan untuk melakukan regenerasi, maka pada akhir 2005 dia melepaskan jabatan Ketua FORMAT dan bergabung dengan Gerakan Masyarakat Tangerang Bersatu (MARTABAT). Hanya dalam kurun 5 bulan diapun didaulat untuk menjadi Koordinator MARTABAT wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang.


Merasa kurang leluasa mengekspresikan jiwa idealismenya, setahun kemudian dia mengundurkan diri dari MARTABAT dan bergabung dengan Karang Taruna Kab. Tangerang menduduki posisi Wakil Ketua. Saat Kabupaten Tangerang menghadapi hajat demokrasi (Pilkada), dia bersama rekan-rekannya dari beberapa organisasi lain membentuk Lembaga Pemantau JANGKAR PILKADA (Jaringan Karang Taruna Pemantau Pilkada).


Keberadaan dan posisi strategisnya di Karang Taruna yang dikenal sebagai Lembaga ‘Plat Merah’ ini tidak sedikitpun mengikis jiwa idealis dan sikap kritisnya. Secara terang-terangan, JANGKAR PILKADA yang dipimpinnya kerap melayangkan protes dan kecaman kepada para kandidat Bupati dan Wakil Bupati termasuk Incumbent yang dinilai melanggar rambu-rambu dan etika demokrasi. Sikapnya ini kontan menuai protes keras dari banyak pihak, termasuk jajaran pengurus Karang Taruna yang kebanyakan menjadi pendukung Incumbent.


Sadar akan keberadaannya di organisasi yang memang dibentuk untuk menjadi ‘mitra pemerintah’ maka pasca pilkada usai dia memutuskan untuk membubarkan JANGKAR PILKADA dan mengurangi kiprahnya di Karang Taruna. Jiwa nya yang selalu berontak manakala melihat ketimpangan dan ketidak-adilan mendorongnya untuk mendirikan sebuah lembaga yang independen dan non partisan. Bersama beberapa rekannya yang memiliki kesamaan platform diapun kemudian membentuk Lembaga Kajian dan Advokasi Kebijakan Publik (LANSKAP).


Pengalamannya dalam dunia pergerakan membuat pria yang masih menjabat sebagai Wakil Ketua Karang Taruna Kab. Tangerang ini punya akses dan kedekatan dengan lembaga-lembaga nasional seperti WALHI, LBH, LP3ES, PBHI, ICEL, Dll. Dipercaya menjadi Direktur Eksekutif LANSKAP, sebuah jabatan yang menuntut tanggung jawab dan komitmen tinggi.


Meski berkutat dengan beragam kegiatan sosial, namun pria yang tinggal di Kecamatan Kosambi, Tangerang ini dapat melalui hari-harinya dengan penuh kesahajaan. Mungkin karena beliau memegang motto ”Life for nothing or die to something”.





Pengagum sosok Tjokroaminoto atas segala dedikasi dan perjuangannya dalam pergerakan ini lahir di Garut, 24 Juni 1981. Punya cita-cita ingin mewujudkan Indonesia kearah yang lebih baik menuju kesejahteraan, perbaikan ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Segudang aktivitas telah di embannya, mulai dari pergerakan PII, GPI, BKPRMI, bahkan pernah pula menjabat ketua DPP Permata Intan.

Dikalangan sejawatnya, jebolan IAIN Bandung ini dikenal punya komitmen tinggi atas tugas-tugas dan tanggung jawab yang dipikulnya. Salah satu pendiri LANSKAP ini sering dipercaya untuk memimpin langsung eksekusi sebuah kegiatan, tak heran jika pria dengan logat khas parahiyangan ini sangat dekat dengan para relawan.

Berprinsip seperti burung terbang tinggi seluas harapan dan cita-citanya, mengembangkan sayap jaringan dan link yang jauh, salah satunya sebagai Volunteer UN-WFP (World Food Programme). Senang dengan kegiatan aksi dan bergaul di dunia aktivis, memiliki motto : ”
Hidup mulia atau mati membela rakyat”.



Sekilas penampilannya terkesan keras, namun sesungguhnya pria asli Tangerang kelahiran 30 September 1978 ini berhati sangat lembut dan penyabar. Selain dikenal memiliki solidaritas pertemanan yang tinggi, keseharian suami dari Eti Suhesti, S.Pd dan ayah dari Falatehan WH ini penuh dengan kesederhanaan, tak heran jika dia cukup disenangi oleh kawan-kawan aktivis.

Selain aktif dalam dunia pergerakan, Mantan Sekjen Aliansi Rakyat Tangerang (ARTA) dan mantan aktivis HMI Komisariat Sunan Kali Jaga Solo yang menyelesaikan S1-nya di Universitas Slamet Riyadi, Solo ini juga menekuni profesi sebagai pendidik. Itupula yang membuat aktifis SGT (Serikat Guru Tangerang) ini selalu concern menyoroti kebijakan sektor pendidikan.

Pengalamannya diberbagai organisasi pergerakan membuatnya dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai Program Officer. Ditangannya segala rencana kegiatan di godok dan di konsep sebelum di eksekusi. Motto hidupnya “Berfikir idealis, bertindak realistis, dan berpijak pada keadilan”.



Peranakan Jawa-Sumatra ini lahir di Lampung, 22 Agustus 1983. Saat ini tercatat sebagai mahasiswa semester akhir FAI UNIS Tangerang. Kerasnya hidup sebagai mahasiswa perantau membuat dirinya punya disiplin tinggi, itu pulalah mungkin yang membuatnya dipercaya menjadi Presiden BEM-FAI UNIS Tangerang.

Keseharian aktivis kampus ini selalu dipenuhi dengan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan, tak heran jika lajang yang akrab dengan sapaan
”Kak Sis” ini dikenal dekat dengan kalangan dosen dan rektorat.

Suksesnya dalam menghidupi aktifitas kampus dengan berbagai kegiatan inovatif membuatnya dipercaya mengomandani Divisi Riset & Edukasi, sebuah tugas yang tidak ringan dan butuh talenta tinggi. Pria yang taat beribadah ini punya motto hidup:
















Ayah dari Gina Sofa Az-zahra ini lahir di Tangerang, 17 Mei 1977. Menyelesaikan program S1 jurusan Pidana Politik Islam di IAIN Serang tahun 2000. Berpenampilan sederhana dan selalu bersikap ramah membuat mantan aktivis HMI yang kini berprofesi sebagai wiraswastawan ini disukai banyak kalangan.

Bergelut didunia aktivis sejak masih duduk dibangku kuliah membuatnya selalu kritis terhadap berbagai persoalan yang ada. Pengalamannya dalam berorganisasi sudah tidak diragukan lagi, Wakil Ketua SEMA IAIN Serang tahun 1998 ini pernah menjabat Bendahara Umum HMI Cabang Serang. Pernah pula dipercaya menjadi koordinator Forum Mahasiswa Islam se-Indonesia (FORMASI) wilayah Jawa bagian Barat.


Berlatar belakang pengetahuan hukum, ditambah sikap yang kritis dan sensitif terhadap masalah-masalah sosial membuat nya dipercaya memimpin Divisi Hukum & Advokasi LANSKAP, sebuah jabatan yang penuh tantangan dan rintangan. Kendati begitu, suami dari Atiek Sriharti ini tetap optimis bahwa apapun yang menjadi hambatan pasti bisa dilalui sepanjang kita mau berusaha dan selalu berada dijalan kebenaran, seperti motto hidupnya:
“Yakin Usaha Sampai”.



Aktivis yang satu ini lahir di Tangerang, 23 Mei 1983. Kegemarannya berorganisasi telah tumbuh sejak masa kanak-kanak, tak heran jika bujangan yang murah senyum ini kerap dilibatkan dalam berbagai aktivitas, baik di kampus maupun dilingkungan tempat tinggalnya.


S1 jebolan IAIN Sultan Maulana Hasanudin, Banten ini pernah dipercaya menjadi Ketua GMNI cabang kampusnya. Hubungannya yang luas juga membuatnya dipercaya menjadi pengurus Himpunan Mahasiswa Tangerang (HIMATA) wilayah Banten Raya. Haus akan pengalaman membuatnya terus menimba pengetahuan, baik formal maupun non formal. Terakhir dia sibuk mengikuti Pelatihan Simpul Demokrasi yang diselenggarakan oleh IRE Tangerang.


Berbekal hubungan baik dengan berbagai stakeholder membuat Ketua Komunitas Mahasiswa Pasarkemis (KOMPAS) yang punya hobi baca, nonton & rekreasi ini ditunjuk memimpin Divisi Organisasi & Kelembagaan LANSKAP. Keuletan dan semangat tinggi dalam meniti hidup adalah modal utama pria hitam manis yang memiliki motto :
“Man jada wa jada” ini.